Balonku
Balonku...ada 5
Rupa - rupa warnanya
Merah...Hijau...Kuning...Kelabu..
Merah Muda Dan Biru....
Dorrr.....
Hatiku sangat kacau...
Balonku tinggal 4...
Ku pegang erat - erat...
Tips Mencari Pacar!!
1.Dekati dia pelan - pelan
2.rayu dia
3.ajak dia berkencan
4.lalu nyatakanlah perasaan kita
5.lalu tembak dia
Kalau di tolak jangan salahin kita ye...^^
Silahkan mencoba yah!!!!
Cerpen

Tiap kali berangkat ke sekolah,aku melewati rumah itu.Rumah yang besar dan bagus. Dibandingkan dengan rumah2 di desa kami,rumah itu paling indah bentuknya. Apalagi jika dibandingkan dengan rumahku. Aku malu sekali. Rumahku kecil terletak di ujung jalan.Dindingnya terbuat dari kulit bambu yang tebal. Tebal karna setahun sekali ayah mengapurnya. Terutama menjelang 17 Agustus.
Pernah aku terlambat sekolah gara2 aku terlalu lama berhenti di depan rumah itu. Dari balik pagar besi,aku melihat dengan kagum rumah baru itu. Halamanya sangat luas. Menurut ku,rumah itu bak istana dalam dongeng di buku. Siapa penghuni istana itu?aku tidak tahu. Apakah pemiliknya seorang raja? Ah….mana mungkin seorang raja membangun istana di desa?
Aku berhenti mengkayal. Langkah kaki ku juga terhenti. Telinga ku terdengar suara dari balik pagar istana itu. Tak lama kemudian,seorang anak kecil sebaya marni,adikku,muncul. Seperti marni,ia pun tampaknya belum sekolah. Umurnya kira2 4 tahun. Tiba2,adik itu melambai-lambaikan tangannya ke arahku. Aku heran melihat keberaniannya. Ia belum mengenal aku tetapi sudah berani memangil aku. Ah….mungkin begitulah anak kota. Berani dan tidak malu.
Adik itu wajahnya lucu dan menggemaskan. Ingin aku mencubit pipinya yang sangat montok. Aku menolek ke kanan dan kiri. Kuberanikan diri untuk mendekatinya. Kebetulan ia hanya sendirian. Ia berdiri sambil memegang pintu besi. Adik itu ingin berangkat ke sekolah bersama ku. Lalu aku berkata”sekarang adik tinggal di rumah saja sama mama”. Aku terus membujuknya.
Ternyata bujukan ku tidak ada gunanya. Adik itu tetap ngotot ingin ikut sekolah bersama ku. Aduh….bagaimana ini?aku bisa terlambat! Aku pun semakin bingung. Tetapi,kuputuskan aku harus meninggalkan adik itu,kalau tidak aku pasti terlambat kesekolah. Aku pun segera melambaikan tangan ku ke arahnya. Celaka….adik itu malah menagis keras. Mama adik itu pun segera keluar karna terdengar tangisanya yang keras dan mendekati kami. Aku takut. Jangan2 dikira aku menggangu anaknya. Untunglah adik itu segera menghentikan tangisnya.
Ternyata,adik itu hanya pura2 mengangis. Matanya tidak basah. Dan sekarang ia malah tersenyum genit. Adik itu berkata”ma aku mau ikut kakak itu kesekolah”. Lalu mama adik itu awalnya tidak setuju karna anaknya mengotot ingin ikut, dia di perbolehkan dengan mengantar anaknya dan kakak itu ke sekolah dengan mobil yang mewah bersama papanya.
Setelah pulang sekolah mereka jalan2. sekarang kini aku bebas main di rumah istana itu karna istana itu adalah rumah adik kecil itu. Malah aku sering juga menginap di sana.Tak perlu ku ceritakan barang2 apa saja dan siapa saja yang ada di istana itu. Aku takut teman2 menganggapku kampungan……..

Balonku...ada 5
Rupa - rupa warnanya
Merah...Hijau...Kuning...Kelabu..
Merah Muda Dan Biru....
Dorrr.....
Hatiku sangat kacau...
Balonku tinggal 4...
Ku pegang erat - erat...
Tips Mencari Pacar!!
1.Dekati dia pelan - pelan
2.rayu dia
3.ajak dia berkencan
4.lalu nyatakanlah perasaan kita
5.lalu tembak dia
Kalau di tolak jangan salahin kita ye...^^
Silahkan mencoba yah!!!!
Cerpen

Adik Manis Di Balik Pagar
Tiap kali berangkat ke sekolah,aku melewati rumah itu.Rumah yang besar dan bagus. Dibandingkan dengan rumah2 di desa kami,rumah itu paling indah bentuknya. Apalagi jika dibandingkan dengan rumahku. Aku malu sekali. Rumahku kecil terletak di ujung jalan.Dindingnya terbuat dari kulit bambu yang tebal. Tebal karna setahun sekali ayah mengapurnya. Terutama menjelang 17 Agustus.
Pernah aku terlambat sekolah gara2 aku terlalu lama berhenti di depan rumah itu. Dari balik pagar besi,aku melihat dengan kagum rumah baru itu. Halamanya sangat luas. Menurut ku,rumah itu bak istana dalam dongeng di buku. Siapa penghuni istana itu?aku tidak tahu. Apakah pemiliknya seorang raja? Ah….mana mungkin seorang raja membangun istana di desa?
Aku berhenti mengkayal. Langkah kaki ku juga terhenti. Telinga ku terdengar suara dari balik pagar istana itu. Tak lama kemudian,seorang anak kecil sebaya marni,adikku,muncul. Seperti marni,ia pun tampaknya belum sekolah. Umurnya kira2 4 tahun. Tiba2,adik itu melambai-lambaikan tangannya ke arahku. Aku heran melihat keberaniannya. Ia belum mengenal aku tetapi sudah berani memangil aku. Ah….mungkin begitulah anak kota. Berani dan tidak malu.
Adik itu wajahnya lucu dan menggemaskan. Ingin aku mencubit pipinya yang sangat montok. Aku menolek ke kanan dan kiri. Kuberanikan diri untuk mendekatinya. Kebetulan ia hanya sendirian. Ia berdiri sambil memegang pintu besi. Adik itu ingin berangkat ke sekolah bersama ku. Lalu aku berkata”sekarang adik tinggal di rumah saja sama mama”. Aku terus membujuknya.
Ternyata bujukan ku tidak ada gunanya. Adik itu tetap ngotot ingin ikut sekolah bersama ku. Aduh….bagaimana ini?aku bisa terlambat! Aku pun semakin bingung. Tetapi,kuputuskan aku harus meninggalkan adik itu,kalau tidak aku pasti terlambat kesekolah. Aku pun segera melambaikan tangan ku ke arahnya. Celaka….adik itu malah menagis keras. Mama adik itu pun segera keluar karna terdengar tangisanya yang keras dan mendekati kami. Aku takut. Jangan2 dikira aku menggangu anaknya. Untunglah adik itu segera menghentikan tangisnya.
Ternyata,adik itu hanya pura2 mengangis. Matanya tidak basah. Dan sekarang ia malah tersenyum genit. Adik itu berkata”ma aku mau ikut kakak itu kesekolah”. Lalu mama adik itu awalnya tidak setuju karna anaknya mengotot ingin ikut, dia di perbolehkan dengan mengantar anaknya dan kakak itu ke sekolah dengan mobil yang mewah bersama papanya.
Setelah pulang sekolah mereka jalan2. sekarang kini aku bebas main di rumah istana itu karna istana itu adalah rumah adik kecil itu. Malah aku sering juga menginap di sana.Tak perlu ku ceritakan barang2 apa saja dan siapa saja yang ada di istana itu. Aku takut teman2 menganggapku kampungan……..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar